Ciri anjing cacingan dan kapan perlu ke dokter hewan

Ciri anjing cacingan yang paling sering terlihat adalah diare (kadang berlendir atau berdarah), muntah, berat badan turun walau nafsu makan tetap, bulu kusam, perut buncit pada anak anjing, serta cacing atau potongan kecil seperti butir nasi di feses atau di sekitar anus. Banyak anjing dewasa tidak menunjukkan tanda apa pun, jadi gejala saja tidak bisa memastikan. Pemeriksaan feses di dokter hewan adalah cara untuk mengetahuinya.
Kecurigaan cacingan biasanya muncul dari hal kecil: feses yang tiba-tiba lembek beberapa hari, anjing yang sering menyeret pantat di lantai, atau anak anjing yang makan lahap tetapi tidak juga bertambah berat. Semua itu memang bisa berkaitan dengan cacing, tetapi juga bisa berasal dari pakan, stres, atau penyakit lain.
Artikel ini membantu Anda mengenali tanda yang layak dicatat, memahami kenapa anak anjing lebih rentan, dan menyiapkan informasi yang berguna saat bertemu dokter hewan. Untuk kucing, gejalanya kami bahas terpisah di ciri kucing cacingan.
Tanda yang bisa Anda amati di rumah
Menurut Merck Veterinary Manual, cacing saluran cerna pada anjing menimbulkan tanda yang berbeda menurut jenisnya. Sebagian besar terlihat di pencernaan dan kondisi tubuh:
- Diare yang berulang atau tidak kunjung membaik, kadang disertai lendir atau darah.
- Muntah, terkadang dengan cacing yang ikut keluar.
- Berat badan turun atau tidak naik, padahal anjing makan seperti biasa.
- Bulu kusam dan kondisi tubuh terlihat kurang segar.
- Perut membesar atau buncit, terutama pada anak anjing.
- Cacing utuh, atau potongan putih kecil seperti butir nasi, di feses atau bulu sekitar anus.
- Anjing sering menyeret pantat atau menjilati area anus.
- Gusi pucat dan anjing tampak lemas, yang bisa menandakan kehilangan darah.
Satu tanda tidak cukup untuk menyimpulkan apa pun. Menyeret pantat, misalnya, juga sering disebabkan kelenjar anal yang penuh. Diare bisa muncul karena ganti pakan. Yang membantu adalah melihat pola: tanda apa saja yang muncul, sejak kapan, dan apakah makin sering.
Anjing yang terlihat sehat pun bisa cacingan
Ini bagian yang sering mengejutkan pemilik. Banyak infeksi cacing pada anjing dewasa berlangsung tanpa gejala yang jelas, terutama bila jumlah cacingnya masih sedikit. Anjing tetap aktif, makan dengan baik, dan fesesnya tampak normal.
Karena itu, tidak melihat cacing di feses bukan berarti anjing bebas cacing. Telur cacing terlalu kecil untuk dilihat mata dan hanya terdeteksi lewat pemeriksaan mikroskop. Sebaliknya, beberapa jenis cacing tidak selalu mengeluarkan telur setiap hari, sehingga satu hasil pemeriksaan yang bersih kadang perlu diulang bila tanda tetap ada. Dokter hewan yang akan menentukan perlu atau tidaknya.
Kenapa anak anjing lebih rentan
Anak anjing bisa tertular cacing gelang dan cacing tambang dari induknya, baik sebelum lahir maupun lewat air susu. Akibatnya, anak anjing yang baru beberapa minggu pun sudah bisa membawa cacing, walau belum pernah keluar rumah.
Pada anak anjing, ciri cacingan cenderung lebih terlihat: pertumbuhan tertinggal dibanding saudaranya, perut buncit, bulu kusam, dan diare. Cacing gelang yang masih berpindah di dalam tubuh juga bisa memicu batuk. Cacing tambang menghisap darah, sehingga infeksi berat bisa menyebabkan anemia yang berbahaya untuk anak anjing yang tubuhnya masih kecil.
Jika Anda baru mengadopsi atau membeli anak anjing, tanyakan riwayat obat cacingnya kepada pemilik sebelumnya, lalu bawa catatan itu saat pemeriksaan pertama. Jadwal obat cacing untuk anak anjing biasanya lebih rapat daripada anjing dewasa, dan dokter hewan akan menyesuaikannya dengan usia serta berat badan.
Kutu dan cacing pita saling berhubungan
Potongan seperti butir nasi di sekitar anus biasanya berasal dari cacing pita. Salah satu jenisnya, Dipylidium caninum, menular ketika anjing tidak sengaja menelan kutu saat menggaruk atau menggigiti bulunya. Menurut CAPC, lembaga parasit hewan pendamping di Amerika Serikat, pengendalian kutu menjadi bagian dari pencegahan cacing jenis ini.
Artinya, mengobati cacing pita tanpa menangani kutu sering membuat masalahnya kembali. Bila anjing Anda pernah berkutu, sampaikan hal itu kepada dokter hewan. Cara mengenali dan menangani kutu kami bahas di kutu dan caplak anjing.
Kapan perlu segera ke dokter hewan
Sebagian tanda bisa ditunggu sambil dicatat lalu dibawa saat pemeriksaan terjadwal. Sebagian lain sebaiknya tidak ditunda. Hubungi dokter hewan secepatnya bila:
- Diare atau muntah berlangsung lebih dari satu hari, atau berulang dalam sehari.
- Ada darah di feses, atau feses berwarna hitam pekat.
- Gusi tampak pucat, anjing lemas, atau tidak mau bangun.
- Anak anjing berhenti makan atau terlihat kurus dengan cepat.
- Anjing batuk terus atau sulit bernapas.
Jangan memberikan obat cacing sisa milik hewan lain atau menebak dosis sendiri. Tidak semua obat bekerja untuk semua jenis cacing, dan takarannya mengikuti berat badan serta kondisi anjing. Pilihan obat dan jadwal pemberiannya sebaiknya diputuskan dokter hewan.
Catatan yang membantu saat pemeriksaan
Dokter hewan akan bertanya banyak hal, dan jawaban yang sudah Anda siapkan mempercepat pemeriksaan. Bawa catatan berikut:
- Tanda apa saja yang terlihat dan kapan mulai muncul.
- Foto feses atau temuan yang mencurigakan. Tanyakan ke klinik apakah perlu membawa sampel feses dan cara menyimpannya.
- Nama dan tanggal obat cacing atau obat kutu terakhir. Foto kemasannya bila Anda lupa namanya.
- Perubahan pakan, camilan, atau kebiasaan makan belakangan ini.
- Apakah ada hewan lain di rumah dan bagaimana kondisinya.
Beberapa jenis cacing anjing juga bisa menular ke manusia, terutama lewat tanah atau feses yang terkontaminasi. Kebiasaan sederhana sudah sangat membantu: segera buang feses anjing, cuci tangan setelah membersihkannya, dan awasi anak kecil yang bermain di halaman tempat anjing buang air.
Sebelum anjing dititipkan
Jika anjing akan menginap di tempat penitipan, sampaikan riwayat obat cacing dan obat kutunya saat reservasi, termasuk bila ia sedang menjalani pengobatan. Ketentuan tiap tempat berbeda, jadi tanyakan langsung apa yang diminta. Untuk anjing yang sedang diare atau baru mulai diobati, bicarakan dulu dengan dokter hewan apakah kondisinya sudah siap untuk perjalanan dan lingkungan baru.
Masukkan catatan kesehatan itu ke dalam berkas yang Anda bawa saat serah terima, bersama barang lain di daftar bawaan saat menitipkan hewan. Pengasuh jadi tahu apa yang perlu diperhatikan, dan Anda tidak perlu mengingat semuanya di hari keberangkatan.
Pertanyaan yang sering masuk
Apakah anjing cacingan selalu terlihat kurus?
Tidak. Banyak anjing dewasa yang cacingan tetap terlihat sehat dan berat badannya normal. Penurunan berat badan lebih sering terlihat pada infeksi yang berat atau pada anak anjing.
Apa arti potongan putih seperti nasi di feses anjing?
Potongan seperti itu biasanya segmen cacing pita. Foto temuan tersebut dan tanyakan ke dokter hewan. Karena salah satu jenis cacing pita menular lewat kutu, sampaikan juga bila anjing pernah berkutu.
Apakah ciri anak anjing cacingan berbeda dengan anjing dewasa?
Pada anak anjing tandanya cenderung lebih jelas, seperti perut buncit, pertumbuhan tertinggal, bulu kusam, dan diare. Anak anjing juga lebih rentan mengalami anemia akibat cacing tambang, jadi jangan menunda pemeriksaan.
Kalau tidak terlihat cacing di feses, apakah anjing pasti bebas cacing?
Belum tentu. Telur cacing hanya terlihat lewat mikroskop. Pemeriksaan feses di dokter hewan adalah cara untuk memastikannya.
Merencanakan penitipan setelah konsultasi?
Untuk keluhan kesehatan, dahulukan arahan dokter hewan. Saat merencanakan penitipan, sampaikan kondisi dan kebutuhan perawatan melalui WhatsApp.
Cek Ketersediaan

